Cegah Gangguan Keamanan, Polresta Mataram Gelar Patroli Besar di Titik Rawan
MATARAM,NTB.Tangkapupdate24jam.my.id.10 Mei 2026 – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terkendali, Polresta Mataram mengerahkan puluhan personel dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Operasi patroli skala besar ini digelar Sabtu malam (09/05/2026) menyasar sejumlah lokasi rawan di wilayah hukum Kota Mataram.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Mataram, AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, SH., MH. Personel yang diterjunkan berasal dari berbagai fungsi kepolisian untuk memberikan efek jera dan kenyamanan bagi warga.
Dalam operasi ini, tim patroli menyisir wilayah yang menjadi perhatian utama, mulai dari titik rawan kecelakaan lalu lintas, lokasi yang kerap dijadikan ajang balap liar, hingga kawasan yang memiliki potensi tinggi terhadap tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, petugas juga memantau titik kumpul remaja yang sering beraktivitas hingga larut malam.
“Malam ini kami melaksanakan KRYD dengan fokus pengamanan di titik-titik dan kawasan rawan kamtibmas,” ujar Nyoman Agus di tengah kegiatan.
Ia menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi konkret kepolisian yang bersifat dua arah: preventif dan represif. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya gangguan sejak dini, sekaligus menindak tegas pelanggaran yang meresahkan masyarakat.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan. Baik sebagai upaya pencegahan maupun tindakan penindakan terhadap segala bentuk gangguan keamanan,” jelasnya.
Lebih jauh, Nyoman Agus menyampaikan bahwa kehadiran personel di malam hari hingga dini hari merupakan wujud nyata pelayanan Polresta Mataram. Masyarakat diharapkan dapat merasa lebih tenang dan terlindungi, terutama pada jam-jam rawan tersebut.
“Kehadiran kami di lapangan adalah bagian dari pelayanan kepolisian untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Mataram,” tutupnya.
Tim Investigasi NTB